petropolisinc.org – Puluhan warga yang tinggal di Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, melakukan aksi protes pada Sabtu lalu terkait masalah bau sampah dari Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan serta perbaikan infrastruktur di kawasan perumahan mereka. Aksi tersebut dipimpin oleh Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano, Wahyu Maryono, yang menyatakan bahwa polusi bau dari aktivitas RDF telah mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
Dalam unjuk rasa yang berlangsung di depan Sales Gallery JGC, peserta yang mengenakan pakaian konsisten menuntut manajemen JGC untuk bertanggung jawab atas dampak negatif ini. Mereka menginginkan solusi konkret yang dapat mengembalikan kualitas udara di lingkungan mereka. Wahyu juga menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur, termasuk rehabilitasi jalan-jalan yang rusak dan perawatan berkala pada fasilitas umum, agar sesuai dengan standar kawasan hunian terpadu.
Selain itu, warga meminta agar mereka diberikan hak pengelolaan klaster secara mandiri dan menghentikan intervensi pihak ketiga yang dinilai merugikan. Hal ini ditujukan agar pengelolaan lingkungan di tingkat kluster dapat berlangsung lebih efektif. Dalam penyampaian aspirasi tersebut, para peserta juga menggelar aksi penanaman pohon pisang sebagai simbol protes terhadap kondisi jalan yang buruk.
Warga berharap manajemen JGC dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik yang dihimpun dari warga selama ini. Aksi ini menunjukkan komitmen warga untuk memperjuangkan hak dan lingkungan yang lebih baik di kawasan mereka.