petropolisinc.org – Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah dalam mengatasi masalah tinggi harga baterai kendaraan listrik yang masih dianggap tidak terjangkau. Menurutnya, harga baterai dari produsen resmi saat ini sangat membebani konsumen dan bisa menghambat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Kaisar mengungkapkan bahwa jika pemerintah tidak segera melakukan intervensi, akan sulit bagi konsumen untuk beradaptasi dengan harga tersebut, yang pada gilirannya dapat menghambat pengembangan mobil listrik. “Indonesia seharusnya tidak hanya menjadi pasar untuk kendaraan listrik, tetapi perlu berperan aktif dalam rantai pasok industri baterai,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Dia menekankan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel dan bahan baku baterai yang melimpah, sehingga pemerintah bersama industri perlu mengembangkan ekosistem produksi, termasuk manufaktur baterai pengganti. Hal ini penting untuk menciptakan kemandirian dan membuka peluang untuk ekspor.
Lebih lanjut, Kaisar mendorong pengoptimalan bisnis penggantian baterai kendaraan listrik di Indonesia. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang beredar, kebutuhan akan penggantian baterai di masa depan diharapkan meningkat secara signifikan.
Dia juga menyoroti bahwa mobil listrik generasi awal kini rata-rata berusia lebih dari lima tahun, sehingga penggantian baterai menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. “Pemerintah harus melihat ini sebagai peluang sekaligus tantangan untuk memasuki industri turunan kendaraan listrik yang dapat meningkatkan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tuturnya.