petropolisinc.org – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat baru-baru ini membentuk kelompok layanan bimbingan integrasi yang disebut Kelayan Binter. Pembentukan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan layanan bimbingan terhadap klien pemasyarakatan. Kepala Bapas Jakarta Barat, Sri Susilarti, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung pembimbingan klien agar dapat reintegrasi ke masyarakat tanpa stigma.
Sri menjelaskan bahwa Bapas tidak bisa berjalan sendiri dan memerlukan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum (APH). Dalam acara yang diadakan di Plataran Griya Abhipraya, Sri menekankan perlunya pengawasan yang efektif untuk memastikan bahwa klien dapat kembali berinteraksi dengan masyarakat secara positif.
Atiek Meikhurniawati, Kasubdit Administrasi Pembimbingan Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, juga menekankan pentingnya program bimbingan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Kelayan Binter sangat ditentukan oleh seberapa baik mereka mampu menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kebijakan berbasis keadilan restoratif, yang mendorong kerja sama lintas instansi. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan klien, terutama yang memiliki risiko tinggi. Penekanan pada komunikasi dan kolaborasi ini dianggap vital untuk menciptakan hasil yang lebih baik dalam reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan.
Dengan pembentukan Kelayan Binter, Bapas Kelas I Jakarta Barat berkomitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi klien, dengan harapan mereka dapat berkontribusi kembali kepada masyarakat.