petropolisinc.org – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sedang mempersiapkan langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah. Kepala Bapenda Kabupaten Cianjur, Cicih Permasih, menyampaikan bahwa berbagai inovasi dan penguatan sinergi antar sektor adalah bagian dari upaya tersebut.
Menurut Cicih, langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan PAD yang selama ini belum maksimal, berdasarkan realisasi penerimaan pajak daerah tahun 2025 yang mencapai sekitar 92 persen dari target sebesar Rp419 miliar. Sampai akhir tahun 2025, penerimaan pajak daerah tercatat sebesar Rp389 miliar, mengalami peningkatan signifikan, terutama dari sektor pajak yang melampaui target, seperti pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar 151 persen.
Sektor lainnya juga mencatatkan kontribusi positif, seperti pajak sarang burung walet dengan 113 persen dan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 101 persen. Namun, ada beberapa sektor yang masih di bawah 90 persen, seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang hanya mencapai 84 persen.
Cicih menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan bagi wajib pajak guna mencapai target pajak tahun depan. Program relaksasi untuk wajib pajak juga akan dilanjutkan, termasuk diskon untuk BPHTB dan pengurangan PBB bagi individu. Diharapkan langkah ini akan membantu meraih hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, ketika realisasi penerimaan pajak mencapai Rp291 miliar.