petropolisinc.org – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan prioritas dalam pemberian kuota bahan bakar minyak (BBM) termasuk BBM Tertentu (JBT/BBM subsidi) untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui berbagai moda angkutan umum. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, saat kunjungan ke Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, pada Selasa malam, 6 Januari.
Wahyudi mengungkapkan bahwa peningkatan alokasi BBM subsidi ini sejalan dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap angkutan umum besar seperti kapal laut, yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Dia menjelaskan, “Prioritas ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan masyarakat di wilayah kepulauan dan antar kabupaten-provinsi yang sulit dijangkau melalui angkutan darat.”
Kapal laut menjadi pilihan transportasi utama karena lebih efisien dalam hal biaya, memberikan alternatif yang menarik dibandingkan perjalanan udara. BPH Migas telah menyiapkan kuota BBM subsidi untuk kapal penumpang PT Pelni sebesar 181.431 kiloliter tahun ini, yang menunjukkan kenaikan dua persen dibandingkan dengan pemanfaatan tahun sebelumnya yang mencapai 177.930 kiloliter.
Selanjutnya, Wahyudi menekankan pentingnya prognosa terkait kebutuhan BBM di lapangan, yang akan terintegrasi dengan Pertamina Patra (Niaga) sebagai badan usaha pelaksana. Dia berharap peningkatan kuota BBM subsidi ini dapat mendukung kinerja dan layanan angkutan umum. “Kami siap mendukung setiap perubahan kebutuhan rute dan kuota baru, dengan memastikan bahwa BBM subsidi optimal untuk masyarakat,” tutupnya.