petropolisinc.org – Texas House Democrats kini melangsungkan aksi protes di luar negara bagian untuk menghalangi pemetaan baru Distrik Kongres AS yang dapat memberikan keuntungan bagi Partai Republik dalam pemilihan 2026. Aksi mereka dimulai pada 3 Agustus dan berlanjut hingga menyulitkan pengambilan keputusan di Texas House, di mana setiap pemungutan suara memerlukan kehadiran minimal 100 dari 150 anggota.
Partai Republik, yang memiliki mayoritas kuat, membutuhkan dukungan beberapa anggota Demokrat untuk mencapai kuorum, sehingga strategi penghindaran ini dimanfaatkan oleh Demokrat. Dalam upaya menghentikan protes ini, Gubernur Texas Greg Abbott telah mengajukan gugatan untuk mencopot pemimpin Demokrat di House dan bahkan mengancam penangkapan terhadap anggota Demokrat dengan surat perintah sipil.
Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa Republik berusaha menambah lima kursi kongres baru, meningkatkan jumlah kursi yang mereka pegang dari 25 menjadi 30. Situasi ini memantik reaksi di negara bagian lain; Gubernur California Gavin Newsom menyatakan rencananya untuk menciptakan lima kursi Demokrat tambahan sebagai balasan.
Redistricting biasanya dilakukan setiap sepuluh tahun pasca hitungan populasi dari Biro Sensus AS atau berdasarkan putusan pengadilan. Namun, Presiden Donald Trump mendorong Texas untuk melakukan redrawing yang tidak sesuai tradisi. Pada aksi sebelumnya di tahun 2021, banyak anggota Demokrat juga melanjutkan protes serupa terkait aturan pemungutan suara.
Untuk menjaga agar aksi ini berlanjut, setidaknya 51 dari 62 anggota Demokrat perlu tidak hadir. Mereka kini berada di Illinois dan New York, mendapatkan dukungan dari gubernur setempat. Sanksi harian sebesar $500 dikenakan kepada anggota Demokrat yang tidak hadir sebagai hukuman dari Texas House. Kontrol atas pemetaan ini menjadi kunci dalam penguasaan U.S. House pasca pemilu mendatang, di mana saat ini Republikan memegang 219 kursi dan Demokrat 212.