petropolisinc.org – PT MRT Jakarta (Perseroda) melaporkan adanya kenaikan signifikan jumlah pengguna di Stasiun Lebak Bulus, dengan peningkatan mencapai 37 persen pada 25 Agustus 2025. Kenaikan ini dibandingkan dengan rata-rata harian pelanggan di waktu yang sama, saat berlangsungnya unjuk rasa di gedung DPR/MPR.
Ahmad Pratomo, Pelaksana tugas Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, menyampaikan bahwa jumlah penumpang di Stasiun Lebak Bulus pada hari tersebut tercatat sekitar 116.465. Rincian menunjukkan ada 143.861 pengguna pada jam kerja Senin-Jumat dan 74.579 pengguna saat akhir pekan. Peningkatan jumlah penumpang ini terjadi seiring dengan rekayasa operasi KRL Commuter Line dan hujan deras yang mengguyur Jakarta pada hari tersebut.
Kepadatan di Stasiun Lebak Bulus terjadi akibat banyaknya pengguna yang berpindah moda dari KRL ke MRT Jakarta, menjadikan situasi ini bersifat sementara. Menurut pengamatan tim MRT, kondisi kepadatan itu terurai sekitar pukul 19.18 WIB. MRT Jakarta memastikan bahwa operasional tetap berjalan normal dan berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi seluruh pengguna.
Di sisi lain, unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, dan berlangsung tanpa adanya mobil komando maupun koordinator lapangan. Akibat dari situasi ini, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) memutuskan bahwa perjalanan kereta listrik di rute Rangkasbitung/Parung Panjang/Serpong hanya berjalan sampai Stasiun Kebayoran.