Site icon petropolisinc.org

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Warga Disarankan Menggunakan Masker

[original_title]

petropolisinc.org – Kualitas udara di Jakarta pada Senin pagi terdeteksi dalam kategori tidak sehat, menjadikannya peringkat kelima kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal ini disampaikan oleh situs pemantau kualitas udara IQAir yang mencatat bahwa pada pukul 06.00 WIB, angka PM2,5 mencapai 160, dengan konsentrasi partikel halus di udara sebesar 68,5 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi ini sangat jauh di atas pedoman kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 13,7 kali lipat. Dalam kondisi ini, pihak terkait merekomendasikan kelompok sensitif, seperti anak-anak, orang tua, dan penderita penyakit pernapasan, untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Setiap masyarakat diimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar.

Di sisi lain, data dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta menunjukkan bahwa rerata kualitas udara pada hari yang sama sebagian besar masuk dalam kategori baik dan sedang. Hal ini berbeda dengan hasil pemantauan dari 111 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di DKI Jakarta, yang hanya satu titik, yaitu di Pondok Ranggon, menunjukkan kualitas udara tidak sehat dengan angka 108.

Kota Kolkata di India menduduki peringkat teratas sebagai kota dengan kualitas udara terburuk, mencapai angka 186. Penilaian ini memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang dihadapi Jakarta terkait kualitas udara, mendorong pentingnya kesadaran akan perlunya tindakan proaktif untuk meningkatkan atau setidaknya mempertahankan kualitas udara yang lebih baik di masa mendatang.

Exit mobile version