petropolisinc.org – Lima pebulu tangkis yang sebelumnya dikenal sebagai atlet berprestasi kini beralih menjadi pelatih, dan salah satunya telah berhasil mengantarkan muridnya meraih juara di China. Ini menunjukkan bahwa di balik keputusan pensiun, beberapa mantan atlet masih memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia bulu tangkis.
Setelah menggantung raket, mereka tidak membiarkan diri mereka pergi dari olahraga yang telah membesarkan nama mereka. Sejumlah pebulu tangkis top dunia memilih meneruskan karir di arena olahraga sebagai pelatih. Salah satu yang menonjol adalah Rawinda Prajongjai, mantan pemain ganda putri asal Thailand. Setelah pensiun di akhir musim 2024, Rawinda langsung terjun ke dunia pelatihan. Dalam waktu singkat, ia berhasil membawa pasangan ganda campuran Ruttanapak Oupthong dan Benyapa Aimsaard meraih kemenangan di China Masters 2025 Super 100.
Tidak hanya Rawinda, Jongkolphan Kititharakhul, yang juga pernah berkolaborasi dengannya di ganda putri, mengikuti jejak serupa. Setelah pensiun pada tahun yang sama, Jongkolphan kini membawa murid-muridnya sukses di ajang Badminton Asia Junior Championships 2025 yang diadakan di Indonesia.
Keberhasilan kedua pelatih ini menunjukkan bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berkarir sebagai atlet dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan generasi berikutnya dalam bulu tangkis. Dengan dedikasi dan semangat, mereka berkontribusi besar terhadap kemajuan olahraga yang mereka cintai. Keberhasilan ini juga menginspirasi banyak atlet lainnya untuk mempertimbangkan karir di bidang pelatihan setelah pensiun.