Site icon petropolisinc.org

Pedagang Daging Sapi di Kebayoran Lama Masih Dalam Keadaan Sepi

[original_title]

petropolisinc.org – Keadaan penjualan daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tetap sepi meski telah ada Instruksi Menteri Pertanian yang meminta para pedagang untuk kembali beroperasi. Seorang pedagang, Adiyat, mengungkapkan ketidakpuasannya karena belum ada dukungan nyata dari pemerintah. Ia menyatakan bahwa meskipun diharapkan ada bantuan dan pengawasan harga, hingga saat ini situasi tidak berubah.

Adiyat menambahkan bahwa para pedagang lebih memilih untuk tidak berdagang daripada mengalami kerugian. “Pemerintah meminta agar tidak ada demonstrasi, tetapi kenyataannya hingga kini tidak ada petugas yang datang ke pasar,” jelasnya. Di sisi lain, seorang pembeli bernama Rika mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya pasokan daging sapi. Ia kini mencari alternatif dengan membeli daging ayam atau ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Harga daging sapi di Pasar Kebayoran Lama kini mencapai Rp150 ribu per kilogram, lonjakan yang signifikan dari harga sebelumnya sekitar Rp50 ribu. Kementerian Pertanian juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap oknum penggemukan sapi yang menjual dengan harga di atas ketetapan pemerintah. Gelombang mogok pedagang daging, yang diumumkan dari 22 hingga 24 Januari 2026, terjadi di seluruh wilayah Jabodetabek sebagai respons terhadap lonjakan harga yang dirasakan oleh masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah dan pelaku UMKM.

Wahyu Purnama, Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia DKI Jakarta, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menyuarakan keluhan masyarakat mengenai harga daging yang meningkat drastis. Situasi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebijakan pemerintah dan kondisi nyata di lapangan, yang memerlukan perhatian serius untuk mencari solusi.

Exit mobile version