petropolisinc.org – Departemen Perang AS kini sedang mengembangkan alternatif untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan Anthropic, yang dianggap sebagai risiko bagi rantai pasokan negara. Cameron Stanley, kepala bagian digital dan AI di Pentagon, mengungkapkan bahwa lembaganya berusaha untuk menerapkan lebih banyak model bahasa besar (LLM) dalam lingkungan pemerintah.
Inisiatif ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump, pada akhir Februari lalu, menginstruksikan semua lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi yang dikembangkan oleh Anthropic. Langkah ini diambil karena perusahaan tersebut menolak memberikan akses tanpa batas kepada Pentagon terhadap model AI mereka. Meskipun demikian, pemerintah memberikan masa transisi selama enam bulan untuk beberapa lembaga, termasuk Departemen Perang, untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini.
Pada awal Maret, Pentagon secara resmi menyatakan bahwa mereka menganggap Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan.” Sebagai reaksi terhadap perkembangan tersebut, Anthropic kemudian mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS, dengan tuduhan bahwa Pentagon telah melampaui kewenangannya dan bertindak secara “balas dendam” akibat perbedaan kebijakan.
Pengembangan ini berpotensi mengubah cara lembaga pemerintah AS memanfaatkan teknologi AI di masa depan. Dengan pekerjaan teknis yang telah dimulai, diharapkan sistem baru ini dapat segera beroperasi untuk menggantikan teknologi yang sebelumnya diandalkan. Dalam konteks ini, penting untuk memahami dinamika antara inovasi teknologi dan regulasi pemerintah, yang terus berlangsung di tengah kecanggihan perkembangan AI saat ini.