petropolisinc.org – Sebanyak tujuh petugas gabungan kini dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, guna mengatasi kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut. Langkah ini diambil menyusul adanya proyek strategis nasional yang sedang berlangsung, terkait dengan pengelolaan air limbah dan penyediaan air minum, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernard Octavianus Pasaribu, menjelaskan bahwa kolaborasi antara Suku Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan petugas proyek akan dilakukan dalam dua waktu, yaitu pagi dan sore. Petugas akan berjaga dari jam 06.00 hingga 10.00 WIB serta 16.00 hingga 20.00 WIB untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Bernard menuturkan, kemacetan di Jalan TB Simatupang disebabkan oleh pengerjaan proyek yang mengakibatkan penggunaan setengah bahu jalan. Selain itu, ada proyek galian untuk pipanisasi air minum yang turut memperburuk situasi. Untuk mengantisipasi masalah ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Dinas Bina Marga rencananya akan memanfaatkan trotoar sebagai jalur alternatif.
Jalan TB Simatupang sendiri memiliki panjang sekitar 10,3 kilometer dan membentang dari persimpangan Jalan Fatmawati hingga Simpang Susun Taman Mini. Dalam kondisi normal, ruas jalan ini memiliki lebar empat hingga lima lajur di beberapa bagiannya. Pengerjaan proyek yang menyebabkan penutupan sebagian jalan telah menambah masalah kemacetan pada jam-jam sibuk. Upaya penanganan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas di kawasan yang strategis ini.