petropolisinc.org – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan permohonan maaf terkait lambatnya respons perbaikan jalur penyeberangan, atau zebra cross, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Permintaan maaf ini disampaikan saat konferensi pers di Balai Kota pada hari Selasa.
Pramono mengapresiasi kreativitas warga yang telah menggambar ulang zebra cross di lokasi tersebut. Meskipun demikian, dia menjelaskan bahwa pembuatan zebra cross harus mematuhi aturan yang berlaku secara global. “Zebra cross yang ada saat ini akan disempurnakan untuk mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berinisiatif melakukan pengecatan jalan. Namun, pihak dinas menegaskan bahwa penandaan jalan, termasuk zebra cross, harus mengikuti ketentuan perundang-undangan dan standar teknis demi keselamatan pengguna jalan, termasuk pejalan kaki dan pengendara. Kapusdatin Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menambahkan bahwa ketiadaan zebra cross di area tersebut disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan berkala dan peningkatan trotoar yang akan berlangsung hingga akhir 2025.
Pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan segera setelah pengaspalan karena membutuhkan kondisi permukaan jalan yang optimal. Untuk langkah selanjutnya, Dinas Bina Marga DKI telah menjadwalkan lokasi tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan pada tahun 2026, termasuk pembangunan fasilitas zebra cross di waktu dekat.