petropolisinc.org – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan di Kuala Lumpur mengumumkan bahwa produk kerajinan anyaman dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Timur, PT Sang Bamboo Alam Indonesia, berhasil memperoleh pesanan dari Malaysia senilai Rp239,50 juta. Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti efektivitas strategi bisnis matching dalam menghubungkan produk unggulan Indonesia dengan pasar global.
Pesanan tersebut meliputi berbagai jenis kerajinan, seperti topi dan tas pandan, yang menggunakan material kulit, baik asli maupun sintetis. Produk-produk ini akan didistribusikan ke sektor perhotelan dan pariwisata di Malaysia. Selain itu, purchase order (PO) yang dikeluarkan pada tanggal 26 Juni 2025 ini merupakan hasil dari acara penjajakan bisnis yang dilaksanakan di Kuala Lumpur pada 14 Mei 2025, yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan.
Aziza menekankan bahwa keberhasilan ini membuka peluang untuk menjalin nota kesepahaman antara kedua belah pihak, guna memfasilitasi kesepakatan transaksi lebih lanjut. Ia juga menyoroti pencapaian ekspor Indonesia ke Malaysia yang tercatat sebesar 6,79 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun 2025, meningkat 12,84 persen dibanding tahun sebelumnya.
Impor Indonesia dari Malaysia mencapai 5,23 miliar dolar AS, sehingga Indonesia mencatat surplus sebesar 1,56 miliar dolar AS. Selama lima tahun terakhir, Indonesia konsisten mengalami surplus dalam perkembangannya, dengan tren rata-rata sebesar 4,52 persen. Total perdagangan antara Indonesia dan Malaysia selama Januari hingga Juni 2025 mencapai 12,02 miliar dolar AS, meningkat 9,94 persen dibanding tahun sebelumnya.