petropolisinc.org – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level 10.000 pada akhir tahun 2026. Dalam pernyataannya di Jakarta, Purbaya mencatat bahwa IHSG seharusnya sudah berada pada level yang lebih tinggi pada tahun ini, namun pertumbuhan tersebut terhambat oleh kebijakan dan sentimen pasar yang dinamis.
IHSG ditutup pada akhir tahun 2025 dengan penguatan 2,68 poin menjadi 8.646,94. Meskipun hal ini menunjukkan kenaikan, pencapaian ini masih di bawah prediksi sebelumnya yang menyatakan IHSG dapat mencapai 9.000. Purbaya menilai, pertumbuhan IHSG ke depan akan lebih cepat dengan kebijakan yang semakin sinkron dan kondisi ekonomi yang membaik.
Penutupan bursa juga diikuti oleh pergerakan negatif pada indeks LQ45 yang turun 5,47 poin ke posisi 846,57. Menurut pengamat pasar modal Reydi Octa, penguatan IHSG dipengaruhi oleh sentimen pemangkasan suku bunga baik secara global maupun domestik, yang meningkatkan minat investor terhadap aset di pasar berkembang.
Kinerja emiten yang solid, terutama dari saham-saham berkapitalisasi besar, juga berkontribusi pada penguatan IHSG. Faktor window dressing di akhir tahun turut meningkatkan aktivitas transaksi. Reydi menambahkan bahwa menjelang tahun 2026, arah kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik, serta pertumbuhan ekonomi global dan domestik akan menjadi perhatian utama investor.
Kinerja emiten besar dan arus masuk investasi asing yang kuat setelah kepemilikan asing menjadi minoritas di IHSG akan mempengaruhi pergerakan indeks di masa mendatang. Ke depan, pasar diharapkan dapat menciptakan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.