petropolisinc.org – Viral fenomena Sister Hong Lombok menarik perhatian publik setelah seorang make-up artist (MUA) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengaku memiliki identitas yang mengejutkan. MUA tersebut, yang dikenal dengan nama Dea, ternyata adalah seorang laki-laki bernama Deni. Informasi ini beredar di media sosial dan menjadi sorotan banyak orang.
Deni, yang sehari-hari mengenakan hijab dan berpenampilan feminin, menyembunyikan identitas aslinya selama menjalani profesi sebagai MUA. Dalam interaksinya dengan klien perempuan, ia kerap membantu mereka memakai pakaian, meski klien tersebut menjaga diri dari laki-laki yang bukan muhrim. Hal ini memicu protes dari berbagai pihak karena dianggap melanggar norma-norma yang berlaku, terutama dalam budaya yang sangat menjunjung tinggi peraturan terkait interaksi gender.
Menurut informasi dari akun Instagram @nasikrawumataram, Deni tidak hanya merias perempuan, tapi juga ada beberapa pria yang merupakan kliennya, yang selama ini tidak menyadari bahwa mereka berhadapan dengan seorang pria. Situasi ini mengejutkan banyak orang dan memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai identitas serta keaslian dalam dunia maya.
Sebelumnya, masyarakat juga dihebohkan oleh fenomena serupa dari sosok yang dikenal sebagai Sister Hong, seorang influencer yang berpenampilan perempuan namun ternyata adalah pria bernama Red Uncle. Kasus ini memicu perdebatan mendalam tentang keaslian dan interaksi di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa penyamaran dalam dunia daring dapat membawa implikasi sosial yang signifikan, baik untuk individu maupun masyarakat secara keseluruhan.