petropolisinc.org – Xiaomi berhasil mendominasi pasar ponsel pintar di Asia Tenggara pada kuartal kedua tahun 2025. Menurut laporan dari Canalys, pasar ponsel pintar di kawasan ini mengalami penurunan sebesar 1% jika dibandingkan dengan tahun lalu, dengan total pengiriman mencapai 25 juta unit.
Perusahaan asal Tiongkok ini mengirimkan sekitar 4,7 juta unit, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan pangsa pasar mencapai 19%. Hal ini mengacu pada keberhasilan penjualan lini Redmi yang cukup signifikan. Selain Xiaomi, beberapa merek lainnya yang turut berkompetisi termasuk TRANSSION, Samsung, OPPO, dan Vivo. TRANSSION bahkan mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi di antara lima besar merek, dengan pengiriman 4,5 juta unit dan pangsa pasar 18%, meningkat 17% dibanding tahun sebelumnya.
Faktor yang mempengaruhi kinerja pasar termasuk ketidakpastian ekonomi dan berbagai strategi promosi yang diterapkan, seperti penjualan melalui platform TikTok Shop, yang berkontribusi pada variasi pangsa pasar di setiap negara.
Walaupun terjadi penurunan dalam total pengiriman ponsel pintar secara keseluruhan, Xiaomi kembali menunjukkan prestasi yang mengesankan setelah sebelumnya jatuh dari posisi teratas sejak kuartal kedua tahun 2021. Di sisi lain, merek Honor mencatat lonjakan yang signifikan dengan pertumbuhan mencapai 121%, menunjukkan bahwa kompetisi di pasar ponsel pintar Asia Tenggara semakin ketat.
Dengan tren ini, para produsen ponsel di kawasan tersebut diharapkan dapat berinovasi lebih jauh untuk menghadapi tantangan yang ada dan meraih pangsa pasar yang lebih baik di masa depan.