petropolisinc.org – Airbus mengumumkan niatnya untuk tidak lagi menggunakan layanan cloud dari Amazon Web Services (AWS), Google, dan Microsoft untuk sistem navigasi mereka. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan blokade perangkat lunak asal Amerika Serikat terhadap negara-negara lain.
Keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya keprihatinan terkait keamanan operasional, terutama setelah tindakan pemerintah AS yang dapat mempersulit akses perusahaan teknologi Eropa ke perangkat lunak yang penting. Dalam beberapa tahun terakhir, ketergantungan pada teknologi dari AS telah menimbulkan risiko, termasuk potensi pengawasan oleh badan intelijen.
Airbus, perusahaan yang berbasis di Prancis, kini berencana untuk beralih ke penyedia layanan cloud yang lebih lokal dan berdaulat di Eropa. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kemandirian operasional. Berita mengenai rencana ini dilaporkan oleh portal teknologi The Register, yang menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan respons terhadap ancaman denda yang mungkin dikenakan AS kepada perusahaan-perusahaan teknologi Eropa.
Pemindahan sistem kritis ke infrastruktur cloud Eropa diharapkan dapat mengurangi risiko yang dihadapi Airbus akibat kebijakan pemerintah AS yang berubah-ubah. Pada masa pemerintahan sebelumnya, percepatan kebijakan proteksionisme telah membuat banyak negara mulai mempertimbangkan kembali ketergantungan mereka pada teknologi dari Amerika.
Dengan langkah ini, Airbus berharap dapat melindungi dan memperkuat operasi di masa depan, sekaligus memastikan bahwa mereka tetap berada dalam kontrol penuh terhadap sistem yang dijalankan.