petropolisinc.org – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyatakan optimisme bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri akan mencapai antara 1,8 juta hingga 2 juta orang pada akhir tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Ansar pada Sabtu (18/10) di Tanjungpinang.
Dia menjelaskan bahwa Provinsi Kepri merupakan salah satu daerah dengan angka kunjungan wisman tertinggi di Indonesia. Meskipun terjadi fluktuasi kunjungan akibat pandemi COVID-19, tahun ini menunjukkan tren yang positif. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2019, Provinsi Kepri berhasil mencatatkan hampir 2,8 juta kedatangan wisman sebelum terjadi penurunan drastis akibat pandemi. Hingga Agustus 2025, sebanyak 1,2 juta wisman telah berkunjung ke provinsi tersebut.
Gubernur juga menyoroti Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata religius yang telah diakui sebagai simbol wisata halal Indonesia oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pulau Penyengat memiliki nilai historis yang signifikan, mengingat di tempat ini lahirnya bahasa persatuan bangsa melalui karya-karya penting Raja Ali Haji, seperti “Gurindam 12” dan penyusunan tata bahasa Melayu modern yang menjadi awal mula Bahasa Indonesia.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri meningkat sebesar 17,06 persen pada Agustus 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan tersebut, tercatat 185.012 kunjungan, didorong oleh pertumbuhan kunjungan yang signifikan di Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun.