petropolisinc.org – Usulan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk memperluas kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) ke Karimun dan Bintan akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan kesiapan untuk melakukan kajian menyeluruh terkait rencana tersebut setelah pengajuan selama empat tahun.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa kajian ini akan melibatkan berbagai aspek penting. Di antaranya adalah efektivitas dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, peluang investasi, potensi hilangnya pendapatan negara, penciptaan lapangan kerja, serta dampaknya terhadap inflasi di masa mendatang. “Kita sudah mengusulkan ini empat tahun lalu. Baru-baru ini Menko Perekonomian menyampaikan bahwa kajian segera dilakukan,” ujar Ansar pada Jumat (3/10).
Perluasan FTZ diharapkan dapat memberikan banyak efek positif bagi perekonomian Kepri. Dengan integrasi Batam, Bintan, dan Karimun dalam satu kawasan FTZ, diharapkan kepastian hukum bagi pelaku investasi akan semakin terjamin. Ansar menggarisbawahi bahwa contoh yang sukses sudah ada di Batam, dan potensi pertumbuhan ekonomi akan semakin besar jika ketiga wilayah tersebut menyatu.
Terkait kepemilikan lahan, Ansar menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Di Karimun dan Bintan, pola kepemilikan lahan akan mengikuti sistem yang sudah ada. Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut relatif masih kosong, sehingga investor memiliki kesempatan untuk membebaskan lahan.
Perluasan FTZ juga diharapkan menyederhanakan akses logistik dan pergerakan antarwilayah. Saat ini, kendaraan dari Batam menuju Karimun atau Bintan masih harus melalui pemeriksaan. Dengan adanya FTZ yang lebih luas, sistem pengawasan diharapkan akan lebih efisien.
Ansar optimis bahwa perluasan FTZ tidak akan mengurangi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), bahkan dapat meningkatkan penerimaan daerah melalui akselerasi ekonomi. Dengan demikian, ia berharap pemerintah pusat segera merampungkan kajian agar kawasan Batam, Bintan, dan Karimun dapat berkembang lebih cepat, memberikan manfaat bagi masyarakat Kepri.