petropolisinc.org – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menertibkan kawasan Pasar Palmerah, Jakarta Barat, sebagai bagian dari upaya penataan ruang kota yang lebih teratur. Gubernur DKI Pramono Anung menjelaskan bahwa langkah ini bukan hanya sebagai respons terhadap kunjungan pejabat negara, melainkan sebagai komitmen untuk memastikan fungsi pejalan kaki di kota tetap terjaga.
Dalam pernyataannya, Pramono menyebutkan bahwa trotoar yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI harus digunakan sesuai peruntukannya, yakni sebagai jalur bagi pejalan kaki. “Saya tidak izinkan untuk digunakan untuk berjualan atau aktivitas lain yang “bukan fungsinya,” katanya dalam acara di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa di Jakarta, akhir pekan lalu.
Penertiban kawasan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertib di Ibu Kota, yang memiliki tingkat aktivitas perdagangan yang tinggi. Pembangunan dan perawatan fasilitas publik, termasuk trotoar, melibatkan biaya yang signifikan, sehingga penting untuk menjaga fungsi optimalnya bagi masyarakat.
Sebelumnya, sebagai langkah awal, Pasar Palmerah sempat ditutup sementara pada Jumat (13/2) untuk mempersiapkan kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri di daerah tersebut. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melanjutkan penataan ruang kota guna meningkatkan kualitas layanan dan lingkungan bagi warganya.