petropolisinc.org – Pembalap LCR Honda, Johann Zarco, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kondisi cuaca menjelang MotoGP Mandalika 2025. Balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 5 Oktober di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini akan berlangsung dalam situasi cuaca yang sulit diprediksi, yang dapat mempengaruhi performa para pembalap.
Zarco, yang saat ini hadir di Jakarta bersama bos tim, Lucio Cecchinello, melakukan sesi temu penggemar menjelang balapan. Pada kesempatan itu, ia menjelaskan perbedaan signifikan kondisi balapan saat terik matahari dan hujan. Menurutnya, cuaca yang ekstrem dapat memberikan tantangan tersendiri bagi para pembalap. Dalam kondisi panas, tuntutan fisik menjadi sangat tinggi, sementara saat hujan, pembalap harus lebih berhati-hati dan menghindari kesalahan.
“Ada dua sisi yang berlawanan di Mandalika. Saat cuaca cerah dan panas, fisik harus siap karena tugas mengendarai motor menjadi lebih berat. Sedangkan saat hujan, meski beban tubuh lebih ringan, teknik berkendara menjadi semakin penting,” terang Zarco dalam acara Grand Launching Castrol Power1 Ultimate Superbike 10W-50.
Zarco juga menambahkan bahwa meskipun karakter Sirkuit Mandalika berbeda dari Sirkuit Twin Ring Motegi di Jepang, ia mengakui keindahan pemandangan yang ada di Pulau Lombok. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya performa, tetapi juga aspek wisata menjadi bagian penting dari pengalaman balapan di sirkuit tersebut.
Dengan demikian, cuaca dan karakter unik sirkuit menjadi faktor penentu dalam MotoGP Mandalika yang akan datang. Keberhasilan para pembalap diharapkan tidak hanya bergantung pada keterampilan berkendara, tetapi juga pada adaptasi mereka terhadap kondisi yang berubah-ubah.