petropolisinc.org – PT MRT Jakarta (Perseroda) baru saja meresmikan nama Stasiun MRT Lebak Bulus menjadi Bank Syariah Indonesia, sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam penjualan hak penamaan. Peresmian dilakukan pada Rabu (tanggal belum disebutkan) dan dihadiri oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, yang berharap kolaborasi ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan kedua belah pihak.
Dalam acara tersebut, Tuhiyat menjelaskan bahwa MRT Jakarta memiliki tiga mandat utama dari pemerintah, yang meliputi pembangunan infrastruktur, pengoperasian serta pemeliharaan kereta dan stasiun, dan pengembangan kawasan transit. Mandat ini sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan proyek MRT Jakarta.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menambahkan bahwa kehadiran BSI di Stasiun Lebak Bulus diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendekatkan produk perbankan syariah kepada publik. Saat ini, literasi perbankan syariah di Indonesia baru mencapai 4,3 persen, dengan inklusivitas hanya 13 persen. Dia menjelaskan bahwa BSI akan berupaya untuk mendekatkan bank syariah kepada masyarakat melalui berbagai produk, termasuk zakat dan sedekah.
Anggoro juga menekankan pentingnya mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, seraya menyatakan bahwa kerjasama ini berlandaskan pada dua tujuan utama: literasi dan keberlanjutan. Saat ini, sebanyak sembilan stasiun MRT Jakarta telah menerapkan sistem hak penamaan, termasuk stasiun-stasiun lain yang terintegrasi dengan berbagai perusahaan.
Dengan langkah ini, BSI berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan perbankan syariah.