petropolisinc.org – Harga ponsel pintar, tablet, dan komputer diperkirakan akan meningkat pada tahun 2024 akibat kekurangan chip memori. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan dari sektor pusat data kecerdasan buatan (AI). Situasi ini menimbulkan dampak signifikan bagi industri teknologi dan game, mengingat pentingnya komponen tersebut dalam perangkat modern.
NVIDIA, salah satu perusahaan terkemuka dalam produksi chip grafis, diprediksi akan mengurangi produksi kartu grafis gaming hingga 40 persen pada tahun 2026. Penurunan ini terjadi sebagai dampak dari masalah pasokan memori yang telah memengaruhi penjualan kepada pelanggan GPU mereka. Meskipun prediksi ini menunjukkan penurunan produksi, analis berpendapat bahwa hal ini tidak akan berdampak besar pada keuntungan perusahaan.
Sementara itu, langkah NVIDIA membuka peluang bagi kompetitornya, seperti AMD dan Intel, untuk menarik perhatian komunitas gamer. Dengan kekurangan pasokan dari NVIDIA, kedua perusahaan tersebut dapat mengambil alih sebagian pangsa pasar kartu grafis gaming yang sebelumnya didominasi oleh NVIDIA.
Menurut laporan dari PCGamer, yang mengacu pada forum Board Channels di Tiongkok, produksi kartu grafis gaming NVIDIA diperkirakan akan menurun antara 30 hingga 40 persen dibandingkan total produksi tahun 2025. Penurunan ini mengindikasikan kondisi yang semakin menantang bagi industri yang bergantung pada komponen tersebut.
Situasi ini perlu dicermati oleh konsumen dan pelaku industri karena dapat memengaruhi strategi pembelian serta inovasi teknologi di masa mendatang. Di tengah situasi yang dinamis ini, perkembangan lebih lanjut akan sangat menentukan arah industri teknologi dan gaming secara keseluruhan.