petropolisinc.org – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DKI Jakarta mengumumkan imbauan bagi peserta program hapus tato gratis untuk menjaga area bekas laser agar tidak terkena air dan sabun selama tiga hari. Koordinator program, Asep Wahyudi, menjelaskan bahwa perawatan luka pasca-tindakan sangat penting demi memastikan proses pemulihan yang optimal.
Selesai menjalani tindakan penghapusan tato, peserta tidak diperbolehkan menggaruk area yang ditindak. Asep menekankan bahwa efek dari penghapusan tato dengan laser dapat meninggalkan luka mirip luka bakar ringan yang memerlukan perhatian khusus. Larangan untuk mengenakan sabun pada area tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah iritasi dan infeksi yang dapat memperlambat penyembuhan kulit.
Program hapus tato gratis ini dilaksanakan dengan prosedur skrining kesehatan yang ketat. Peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah dan pengambilan sampel darah untuk mendeteksi hepatitis B, hepatitis C, serta kadar gula darah. Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, peserta akan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani tindakan.
Program ini kembali dilaksanakan pada bulan Ramadhan, dengan lokasi di berbagai masjid dan aula yang tersebar di Jakarta. Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari sampai 4 Maret 2026 secara daring, dengan target 1.000 peserta. Seluruh layanan ini ditujukan untuk masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri, serta terbuka bagi individu yang berdomisili di Jabodetabek.
Dengan pengawasan medis yang ketat, Baznas DKI Jakarta berharap program tersebut dapat membantu masyarakat secara aman dan efektif.