petropolisinc.org – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memberikan respons terhadap insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus, yang juga merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Kejadian ini terjadi di Jakarta, setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Jumat malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Yusril menyatakan bahwa dia belum menerima informasi lengkap mengenai insiden tersebut. “Saya belum tahu, saya belum dapat kabar tentang hal itu,” ungkapnya. Ketika ditanya lebih lanjut, Yusril menekankan bahwa dia akan berkoordinasi untuk mendapatkan detail lebih lanjut mengenai kejadian ini.
Serangan tersebut menyebabkan luka serius pada beberapa bagian tubuh Andrie, termasuk tangan, wajah, dada, dan area mata. Meskipun insiden ini menarik perhatian publik, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait pelaku yang melakukan tindakan kekerasan tersebut. Kejadian ini menjadi sorotan lantaran efektivitas perlindungan terhadap aktivis hak asasi manusia di Indonesia, terutama dalam konteks meningkatnya ancaman terhadap individu-individu yang berjuang untuk keadilan.
Yusril Ihza Mahendra, yang memegang posisi strategis dalam pemerintahan, diharapkan dapat mengedepankan keamanan para aktivis dan mendorong penegakan hukum agar segera menindaklanjuti insiden ini agar penegakan hak asasi manusia semakin diperkuat di tanah air. Penanganan kasus ini akan menjadi indikator ke depan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi para pembela hak asasi manusia.