petropolisinc.org – Pemerintah Indonesia resmi menurunkan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0%. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan harga avtur, yang merupakan bahan bakar pesawat. Penurunan bea masuk diharapkan dapat menurunkan biaya operasional maskapai penerbangan, yang sebelumnya mencapai sekitar Rp500 miliar per tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa insentif ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan. Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Jakarta, Airlangga menegaskan bahwa dengan penurunan bea masuk, diharapkan biaya operasional maskapai dapat ditekan guna menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan industri.
Lebih lanjut, kebijakan ini diharapkan juga dapat memperkuat daya saing industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) nasional. Penurunan harga suku cadang akan berimbas pada lebih rendahnya biaya perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri, menjadikan industri MRO lokal lebih kompetitif di pasar internasional.
Dengan meningkatnya kompetisi, diproyeksikan aktivitas perawatan pesawat di dalam negeri akan bertambah, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi. Airlangga memperkirakan, kebijakan ini mampu meningkatkan aktivitas ekonomi nasional hingga mencapai USD700 juta per tahun. Selain itu, akan mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD1,49 miliar, serta menciptakan sekitar seribu lapangan kerja langsung dan hampir tiga kali lipatnya untuk pekerjaan tidak langsung.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan sektor penerbangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.