petropolisinc.org – Banjir luapan sungai melanda Nagari Kampuang Galapuang, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, sejak Senin (24/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025). Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 3.076 unit rumah terendam banjir dengan total terdampak mencapai 9.228 jiwa atau 3.076 Kepala Keluarga (KK).
Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan air dari sungai meluap, menenggelamkan area permukiman dan jalur akses di lima belas nagari. Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat untuk banjir dan longsor guna mengantisipasi dampak lebih lanjut dari fenomena alam ini.
Warga setempat terlihat berupaya menavigasi area yang terendam dengan keadaan air mencapai ketinggian yang signifikan. Dalam foto-foto yang beredar, terlihat anak-anak dan warga lainnya melintasi jalur yang terendam, menandakan kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Kondisi ini memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga relawan, yang berupaya memberikan bantuan dan menyiapkan lokasi evakuasi bagi warga yang terjebak dalam situasi ini. Analisis awal menunjukkan potensi adanya dampak berkelanjutan, mengingat cuaca ekstrem diprediksi akan berlanjut.
Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan tindakan cepat dalam menghadapi bencana alam, serta perlunya dukungan dan solidaritas dari seluruh elemen masyarakat untuk membantu meringankan beban yang ditanggung oleh korban banjir.