petropolisinc.org – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menginisiatifkan kolaborasi dengan petani, pedagang, dan pemerintah daerah untuk memperkuat distribusi cabai rawit merah menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas yang sensitif seperti cabai.
Dalam menanggapi fluktuasi harga, Bapanas mengadakan Rapat Koordinasi Stabilisasi Cabai secara daring yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani dari Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Pertemuan ini bertujuan untuk mengatur distribusi dari sentra panen ke pasar utama, khususnya di DKI Jakarta, guna mencegah lonjakan harga.
Ketut menegaskan, penguatan distribusi harus terintegrasi antara hulu dan hilir agar pasokan dari daerah produksi dapat langsung terhubung dengan pasar konsumen. Saat ini, harga cabai rawit merah di tingkat produsen mencapai sekitar Rp56.383 per kilogram, sementara di tingkat konsumen mencapai Rp73.339 per kilogram. Perbedaan harga ini diharapkan dapat diminimalkan melalui intervensi distribusi.
Para petani dan pedagang juga menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga. Dengan perkiraan peningkatan pasokan setelah periode Imlek, diharapkan harga cabai dapat melandai. Namun, curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah penghasil dapat memengaruhi proses panen.
Selain itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa stok pangan nasional dalam keadaan surplus. Ia menegaskan pentingnya menjaga harga stabil dan menghimbau agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan sepihak. Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan siap mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran harga yang merugikan masyarakat.