petropolisinc.org – Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat telah memulai perbaikan 721 titik jalan yang rusak akibat banjir dengan menggunakan metode penambalan serta pengerasan beton. Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Sudin Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam, mengungkapkan bahwa proses perbaikan ini dimulai pada awal tahun 2026 setelah persiapan material yang dilakukan sejak bulan Desember 2025.
Sistem perbaikan jalan ini mengikuti kondisi jalan yang mengalami kerusakan. Untuk jalan dengan kerusakan ringan, penambalan aspal akan dilakukan. Sementara itu, jalan yang sering dilalui kendaraan berat akan mendapatkan pengerasan beton secara bertahap. Metode ini dipilih untuk memastikan ketahanan jalan di bawah beban berat.
“Dalam kondisi hujan, kerusakan jalan semakin meningkat karena air meresap ke dalam tanah dasar, yang mengakibatkan struktur jalan melemah. Ketika kendaraan melintas, jalan menjadi lebih cepat rusak,” jelas Khairul. Ia menambahkan bahwa keputusan penggunaan beton untuk jalan-jalan tertentu diambil karena material ini lebih tahan lama dibandingkan aspal, terutama dalam menghadapi beban berat.
Perbaikan jalan ini dianggap penting mengingat banyaknya kerusakan yang terjadi selama musim hujan. Proses ini tidak hanya memastikan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mendorong perbaikan infrastruktur yang lebih berkelanjutan. Dengan langkah-langkah konkret yang diambil, diharapkan kondisi jalan di Jakarta Barat akan lebih baik dan dapat mengurangi risiko kecelakaan untuk para pengendara.