petropolisinc.org – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) memasuki tahap penting dengan 24 perusahaan internasional berpartisipasi dalam tender. Dari jumlah tersebut, 20 perusahaan berasal dari China, tiga dari Jepang, dan satu dari Prancis. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan segera mengumumkan pemenang tender untuk proyek ini di empat kota, yaitu Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta.
Fadli Rahman, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, menjelaskan bahwa kriteria penilaian meliputi kemampuan teknis dan finansial, serta manajemen risiko yang baik. Pemenang tender diharapkan mampu membawa teknologi yang diperlukan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik, mengingat Indonesia masih perlu mengembangkan teknologi ini. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada Maret 2026.
PSEL merupakan program nasional yang bertujuan untuk mengatasi masalah sampah dan mendukung ketahanan energi. Di setiap lokasi proyek, satu perusahaan pemenang akan membentuk konsorsium dengan perusahaan lokal dan mitra domestik. Persyaratan lainnya meliputi latar belakang perusahaan dan dampak sosial, ekonomi, serta lingkungan dari proyek tersebut.
Dana yang dibutuhkan untuk investasi tahap pertama diperkirakan mencapai 150-170 juta dolar AS per lokasi, dengan total investasi minimum di empat kota mencapai 600 juta dolar AS. Selain itu, BPI Danantara menargetkan pembangunan proyek WtE di 33 lokasi di seluruh Indonesia, dengan lelang berikutnya dijadwalkan berlangsung di sembilan kota pada April 2025.
Program ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan pelatihan kepada tenaga kerja lokal, termasuk pengiriman mereka untuk belajar di negara asal perusahaan pemenang.