petropolisinc.org – Jam saku berlapis emas milik pasangan lansia yang menjadi korban tragedi tenggelamnya Titanic terjual seharga £1,78 juta atau sekitar Rp38,3 miliar dalam sebuah lelang di London. Barang bersejarah yang mengingatkan pada bencana yang menewaskan lebih dari 1.500 orang ini menarik perhatian banyak kolektor dan pencinta sejarah.
Jam saku tersebut dibuat oleh Jules Jurgensen dan merupakan milik Isidor Straus, penumpang kelas satu yang tewas bersama istrinya, Ida, saat kapal menenggelamkan dirinya pada April 1912. Peristiwa tersebut sangat terkenal, tidak hanya karena besarnya jumlah korban, tetapi juga karena kisah cinta pasangan ini yang digambarkan dalam film “Titanic” karya James Cameron, di mana mereka terlihat berpelukan saat kapal mulai tenggelam.
Menurut juru lelang, harga penjualan kali ini mencatatkan rekor baru untuk memorabilia Titanic, melampaui harga sebelumnya yang tercatat tahun lalu saat jam saku emas lain yang diberikan kepada kapten kapal terjual seharga £1,56 juta. Penjualan jam saku ini menyoroti terus berlanjutnya minat publik terhadap artefak terkait Titanic, yang hingga kini masih menyimpan banyak kisah menyedihkan dan dramatis.
Jam saku tersebut ditemukan bersama barang-barang pribadi lainnya di jenazah Straus dan akhirnya dikembalikan kepada keluarganya. Penjualan ini tidak hanya menandai pentingnya nilai sejarah dari barang tersebut, tetapi juga menarik perhatian semua orang akan peristiwa tragis yang terjadi lebih dari seratus tahun lalu. Penyimpanan dan penjualan barang bersejarah seperti ini menjadi cara untuk mengingat dan menghormati mereka yang terlibat dalam tragedi tersebut.