petropolisinc.org – Pemerintah Metropolitan Tokyo baru-baru ini meluncurkan video simulasi yang menggambarkan letusan Gunung Fuji, yang dibuat melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Video ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi bencana besar yang dapat melanda wilayah ibu kota Jepang.
Video berdurasi tiga menit itu menunjukkan gambaran dramatis ketika Gunung Fuji meletus, dengan awan debu dan abu vulkanik yang menyelimuti kota Tokyo. Menurut simulasi tersebut, semburan abu diperkirakan akan mencapai wilayah metropolitan dalam waktu 1-2 jam setelah letusan, membawa dampak serius terhadap transportasi, pasokan listrik, dan kesehatan lebih dari 37 juta penduduk yang tinggal di area tersebut.
Pemerintah setempat mengimbau penduduk untuk menyiapkan persediaan dasar dan menghentikan aktivitas luar ruangan saat hujan abu, sebuah langkah pencegahan penting untuk mengatasi kemungkinan bencana. Meskipun banyak yang menghargai inisiatif ini sebagai alat edukasi, beberapa individu mengekspresikan kekhawatiran bahwa video tersebut mungkin memicu kepanikan di kalangan warga.
Simulasi ini adalah bagian dari upaya penyuluhan yang lebih luas untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi situasi darurat, mengingat Jepang merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam. Dengan menggunakan inovasi teknologi, otoritas berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa depan.
Inisiatif ini menjadikan program edukasi publik dalam menghadapi bencana sebagai prioritas, sejalan dengan pengalaman sebelumnya di mana Gunung Fuji meletus secara historis. Penggunaan teknologi canggih diharapkan dapat membantu warga memahami risiko yang mungkin terjadi dan cara terbaik untuk mempersiapkannya.