petropolisinc.org – Usulan penataan Jalan Plumpang-Semper di Jakarta Utara mencuat sebagai prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Koja. Camat Koja, Toto Bondan, mengungkapkan bahwa penataan ini sangat penting mengingat kawasan tersebut merupakan jalur transportasi utama bagi permukiman padat dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Musrenbang, yang berlangsung pada Selasa, menampung aspirasi dari enam kelurahan dengan total 375 usulan, di mana 311 di antaranya adalah proyek fisik. Penataan Jalan Plumpang-Semper diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta konflik lalu lintas yang sering terjadi antara truk dan sepeda motor. Selain itu, pembangunan Prasasti Tugu Simpang Lima Semper juga menjadi perhatian, dengan harapan untuk menjaga nilai sejarah kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menekankan bahwa forum ini merupakan ruang partisipatif yang mendengarkan suara masyarakat. Ia menyiratkan pentingnya perencanaan yang berakar dari kebutuhan nyata warga, bukan sekadar keputusan dari pemerintah. Setiap usulan harus memenuhi kriteria dampak luas, integrasi dengan kebijakan pemerintah, serta kesesuaian dengan kapasitas fiskal daerah.
Fredy juga menyampaikan bahwa isu-isu strategis lainnya, seperti penanganan banjir dan pengendalian sampah, perlu perhatian serius. Dia menekankan, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari jumlah proyek, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung.
Musrenbang tingkat Kota untuk membahas usulan ini direncanakan berlangsung dua hingga tiga minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan harapan agar seluruh aspirasi dapat pengabdian optimal dari pemerintah, legislatif, dan masyarakat.