petropolisinc.org – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara menggerakkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menanggulangi permasalahan sampah di wilayah tersebut. Saat ini, dari 228.737 rumah yang ada, sebanyak 23.691 di antaranya atau 10,36 persen telah memilah sampah, mendekati target sebesar 11 persen yang ditetapkan untuk tahun 2025. Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menyatakan bahwa upaya ini menunjukkan kemajuan dalam kolaborasi berbagai pihak dalam mengurangi sampah.
Program ini melibatkan beberapa inisiatif, termasuk pendistribusian 1.468 unit titik penurunan sampah organik di kelurahan percontohan di enam kecamatan. Selain itu, partisipasi Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta komunitas Pramuka Saka Kalpataru juga turut berkontribusi melalui Gerakan Pilah Sampah.
Jakarta Utara juga ditunjuk sebagai lokasi percontohan peta jalan pengelolaan sampah oleh Kementerian Lingkungan Hidup, yang menjadi langkah lanjutan dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif. Berbagai strategi telah diterapkan, termasuk pengelolaan sampah di tingkat RW melalui Program Kupilah, yang telah menjangkau 460 RW.
Dalam upaya mengurangi penggunaan sampah plastik, terdapat 579 Bank Sampah dan pengendalian sampah di sektor retail. Selain itu, pengolahan sampah organik juga diterapkan menggunakan kompos dan metode lain di 169 lokasi.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mengakui bahwa masalah sampah di daerah ini berada pada tingkat yang serius, dengan timbunan mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Menurut data terbaru, total produksi sampah di DKI Jakarta berkisar antara 7.700 hingga 8.000 ton per hari, yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak.