petropolisinc.org – Pembalap Tim Honda HRC Castrol, Joan Mir, mengungkapkan pendapatnya terkait Sirkuit Mandalika setelah mengalami kegagalan di balapan MotoGP Mandalika 2025 yang berlangsung pada 5 Oktober lalu. Mir menyebutkan bahwa sirkuit yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini telah menjadi mimpi buruk bagi para pembalap.
Balapan kali ini mengalami berbagai insiden dramatis, salah satunya adalah kecelakaan yang melibatkan Marc Marquez dari Ducati Lenovo yang ditabrak oleh Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing pada lap pertama, di tikungan ketujuh. Akibatnya, total lima pembalap tidak dapat menyelesaikan balapan, termasuk Mir dan Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo.
Mir, yang jatuh pada lap kedua, menjelaskan bahwa Sirkuit Mandalika terasa menyulitkan bagi semua peserta. Ia beranggapan bahwa kombinasi lintasan yang tidak biasa dan pemilihan ban yang lebih keras menciptakan kondisi yang tidak terduga. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan pembalap-pembalap yang biasanya kompetitif justru tergeser posisi atau bahkan mengalami kecelakaan.
“Lintasan ini aneh, ban yang dibawa ke sini lebih keras. Sebenarnya, trek ini seperti mimpi buruk bagi semua orang,” ungkap Mir. Ia juga menambahkan bahwa pada balapan tersebut, banyak pembalap yang umumnya berada di posisi teratas, justru terpaksa berada di belakang akibat kondisi yang tidak biasa.
Dengan pernyataannya tersebut, Mir mengajak untuk merefleksikan kembali bagaimana faktor-faktor teknis dan kondisi lintasan dapat memengaruhi hasil balapan di MotoGP, terutama di sirkuit yang dirasa tidak kompatibel bagi para pembalap.