petropolisinc.org – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia telah meluncurkan layanan Export Center di Batam, Kepulauan Riau, untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menembus pasar ekspor. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa keberadaan pusat layanan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM yang bertujuan ekspor.
Dibuka pada Agustus 2025, Export Center di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam diharapkan menampung antusiasme pelaku UMKM yang ingin memahami peluang pasar global. Selama dialog dengan pelaku usaha, Dyah menyatakan bahwa melalui pusat layanan ini, UMKM akan mendapatkan pendampingan untuk mempersiapkan diri memasuki pasar internasional. Ini mencakup pemetaan kesiapan produksi, kapasitas usaha, dan keberlanjutan bisnis.
Dyah menegaskan pentingnya memfilter UMKM yang siap untuk ekspor, dengan memastikan bahwa dari segi produksi hingga kontinuitas pasokan, mereka memiliki kapabilitas yang memadai. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga memiliki jaringan atase perdagangan di 33 negara yang akan membantu meningkatkan akses pasar bagi produk-produk UMKM Indonesia.
Batam memiliki posisi geografis yang strategis dekat dengan Singapura, Johor, dan negara-negara ASEAN lainnya, yang memberikan keuntungan tambahan bagi pelaku UMKM untuk meraih ekspor. Layanan ini beroperasi setiap hari kerja dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, serta diharapkan dapat dioptimalkan untuk memberikan informasi terkait potensi pasar ekspor kepada pelaku UMKM. Melalui Export Center, diharapkan pelaku usaha dapat mendapatkan wawasan tentang perjanjian perdagangan internasional dan peluang di berbagai negara.