petropolisinc.org – Kementerian Pertanian mengimbau masyarakat untuk berbelanja pangan secara bijak dan tidak panik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam situasi permintaan yang meningkat, pemahaman akan stabilitas pasokan dan harga pangan menjadi sangat penting. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh. Arief Cahyono, menegaskan pentingnya ketenangan dan rasionalitas dalam berbelanja pada saat bulan suci Ramadhan ini.
Melalui acara “Tani On Stage” yang berlangsung di Kota Depok, Jawa Barat, kementerian tersebut meluncurkan program edukasi bertajuk “Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!” Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai langkah-langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Berbagai program, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pengawasan harga eceran tertinggi, diharapkan mampu mengendalikan situasi pasokan pangan nasional.
Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis, menegaskan bahwa stok pangan saat ini aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir melakukan pembelian berlebihan yang dapat mengganggu distribusi. Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy, memastikan ketersediaan komoditas seperti cabai dan bawang merah cukup hingga setelah Idul Fitri.
Dalam bidang keamanan pangan, praktisi Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja yang baik dengan memperhatikan keamanan produk pangan, terutama untuk produk asal hewan. Dia menekankan konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) sebagai panduan dalam memilih pangan yang berkualitas.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok pangan, termasuk beras yang mencapai 3,7 juta ton, dalam kondisi aman dan pemerintah berkomitmen untuk menjaga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya. Melalui upaya ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang dan sehat.