petropolisinc.org – Mendekati angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa sejumlah simpul transportasi di Indonesia diperkirakan akan mengalami kepadatan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Dalam konferensi pers di Jakarta, Menhub mencatat bahwa stasiun, bandara, terminal bus, pelabuhan, dan lintas penyeberangan menunjukkan angka signifikan dalam pergerakan penumpang.
Pada moda transportasi kereta api, Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan Bandung diharapkan menjadi titik paling ramai selama masa angkutan Lebaran. Penumpang diprediksi akan menuju beberapa destinasi di Jawa, seperti Yogyakarta, Solo, dan Purwokerto. Sementara itu, untuk moda udara, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta diperkirakan akan menangani jumlah penumpang tertinggi, dengan tujuan populer ke Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta.
Di sektor transportasi darat, Terminal Pulo Gebang di Jakarta dan Terminal Purabaya di Sidoarjo diprediksi menjadi pusat pergerakan penumpang bus, dengan tujuan utama ke Solo dan Tasikmalaya. Untuk transportasi laut, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta akan memiliki aktivitas penumpang terbesar, dengan perjalanan menuju pelabuhan-pelabuhan utama lainnya di Indonesia.
Kementerian Perhubungan juga memperkirakan bahwa total pergerakan penumpang Lebaran tahun ini akan turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun lalu, dari 146,4 juta menjadi 143,9 juta orang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret, mengikuti kebijakan “work from anywhere” sebagai upaya mengurangi kepadatan. Arus balik juga direncanakan dengan penerapan kebijakan serupa pada akhir Maret.